Koperindo

Hasil Pembelajaran dari Workshop Tata Kelola CU di Forum CU Keuskupan Agung Jakarta

 

Dari Wisma Samadi, Klender dilaporkan bahwa Workshop Tata Kelola digelar oleh Forum CU KAJ, setelah pergumulan panjang dilewati. Pada pertemuan awal Oktober 2018 dari 28 CU KAJ yang tergabung dalam forum itu sepakat untuk mau terbuka “diobok-obok” oleh mata elang dan penciuman hiu sang fasilitator, yakni Romo Fredy Rante Taruk Pr. Beliau terpanggil dan dengan hati mau memfasilitasi CU-CU yang bermitra dengan Paroki KAJ. Bahkan dengan gaya bicara  Torajanya yang kental tak segan-segan bicara factual, apa adanya bagaimana CU di banyak tempat masih dikelola secara semau gue. Satu tantangan yang diungkapkannya pada awal pertemuan tahun lalu, “jika CU anda tahun depan masih eksis, maka terapkanlah tata kelola CU”. “Karena renstra akan menjadi kompas untuk mengelola diri sendiri agar mampu melayani orang lain”, ujar Romo Fredy.

 

Perjalanan yang dimulai tahun lalu, Romo Justinus Sigit Prasadja SJ sebagai Ketua Komisi PSE mengingatkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menggalang dialog dan melatih kemampuan manajerial CU, oleh sebab itu rencana pertemuan 5 (lima) kali akan didukung sepenuhnya oleh Komisi PSE, dengan antara lain menyediakan salah satu ruangan besar di lantai tiga Gedung Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ).

 

Dalam pembukaan Pak Danny H. Budiharja sebagai wakil Ketua Komisi PSE menyampaikan bahwa terdapat 18 CU yang masih bertahan dan mau mengikuti proses tata kelola CU. Hal ini tentu membanggakan, karena secara terus terang diungkapkan, prediksinya hanya maksimal 10 CU yang akan ikut. “Apalagi dari tiap pertemuan, tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh masing-masing CU makin banyak” ungkapnya. Kemudian diperkenalkan pula bahwa Romo Sigit telah diganti oleh Romo Cristianto SJ. Dalam perkenalan, Romo Cris memamerkan bahwa dirinya juga anggota salah satu CU, di dompetnya ada kartu anggotanya.

 

Secara khusus Romo Fredy pada acara itu mensharingkan pengalaman mengikuti pertemuan regional ACCU di Singapura dan sekaligus membagikan impresinya atas peringatan 200 tahun Reifeisen di Manila. Semangat yang ditanamkan Reifeisen menjadi spirit CU, sehingga di Philipina pun banyak CU yang sudah tidak seiring dengan prinsip dan nilai CU yang dikembangkan Reifeisen. Ketua Komisi PSE Keuskupan Agung Makasar ini menyampaikan beberapa hal penting, yakni apa yang sudah anda susun dalam tata kelola ini bukan tujuan, melainkan tata kelola hanya membantu CU mencapai Visi. Oleh karena itu saya harus sampaikan bahwa Forum CU KAJ telah berhasil mengajak anggotanya untuk mempersiapkan dan membuat kelengkapan dokumen bagi CUnya masing-masing. “Hal ini hanya awal bagi CU untuk mengikuti proses organisasi, pelayan, operasional dan pembelajaran menyeluruh untuk mencapai tujuan lembaga” katanya sekaligus menekankan pentingnya mengikuti proses edukasi yang memberi manfaat skills dan knowledge. Urutan yang disampaikan untuk pendidikan yang mutlak diikuti oleh tiap CU adalah edukasi dasar, financial literacy, MYFO (managing your self for others), penerapan 3 pilar CU (leader, member, volunteer) serta transformative leadership.

 

Kesan-kesan yang disampaikan pada akhir acara, banyak sekali kejutan yang terjadi, dimana justru dalam mengikuti proses sepanjang 3 hari ada kegembiraan, tidak seperti yang ditakuti selama ini. Bahkan Pak Heru, peserta dari Paroki Maria Bunda Karmel yang mengatakan, waktunya kurang. Namun pada intinya, awal yang baik ini harus ditindaklanjuti dalam komitmen dan konsistensi untuk melayani anggota dengan lebih baik, lebih focus dan demi meningkatnya kesejahteraan anggota.

 

Hadir pula pada acara itu, dari Puskopdit Jakarta yang diwakili oleh Pak Antonius Sugiyanto sebagai Ketua  dan Pak Benedictus Edy wakil ketua bidang pendidikan. Pada acara akhir, banyak usulan-usulan yang disampaikan untuk forum CU KAJ maupun pada Puskopdit.

 

Selanjutnya pada penutupan acara, terdapat pemberian penghargaan yang diberikan dalam 3 (tiga) kategori; CU skala kecil, menengah dan besar. Dan bersyukur, CUBS memperoleh penghargaan terbaik dalam pembelajaran dan penyusunan dokumen.

 

Adapun rekomendasi yang disetujui untuk dijadikan program tahun berikutnya oleh forum cu kaj adalah:

  1. Pelatihan bagi Pengawas (SCCU)-superivision competency for CU
  2. Pelatihan bagi pengelola/management
  3. Terdapatnya biro supervise di tingkat forum CU KAJ , supaya dapat berfungsi mengumpulkan laporan LKSB dari tiap CU dan menganalisanya

Oleh : Bonaventura Hermawan

 

               

 

               

BERITA